## WELCOME TO BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN AGAMA JAKARTA OFFICIAL WEBSITE.
  • modules/mod_lv_enhanced_image_slider/images/demo/3.jpg
  • modules/mod_lv_enhanced_image_slider/images/demo/4.jpg
  • modules/mod_lv_enhanced_image_slider/images/demo/5.jpg
  • modules/mod_lv_enhanced_image_slider/images/demo/6.jpg

Seminar Hasil Penelitian PEMBERDAYAAN POTENSI FILANTROPI KEAGAMAAN; PROFIL MUSTAHIK DAN MUZAKKI DI INDONESIA BARAT

Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Jakarta pada tahun 2016 ini menyelenggarakan Penelitian Pemberdayaan Potensi Filantropi Keagamaan; Profil Mustahik dan Muzakki di Indonesia Barat. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan; bagaimana profil penerima zakat (mustahiq) dan pemberi zakat (muzakki) di setiap institusi pengelola zakat (baik Baznas maupun LAZ)? Secara khusus, kajian ini hendak melihat bagaimana perkembangan pengelolaan zakat produktif di masing-masing institusi zakat dan bagaimana dampak program zakat ini meningkatkan kemandirian mustahik. Penelitian ini juga hendak melihat gambaran para donatur atau muzakki yang menyalurkan dana zakat, infka, dan shadaqah (ZIS) mereka.

Penelitian ini dilakukan di Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Barat, dan Banten. Tiga propinsi pertama di Sumatera mewakili wilayah dengan tingkat kemiskinan rendah di Indonesia bagian Barat, sedangkan tiga propinsi lainnya mewakili wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia bagian Barat, bahkan di Indonesia. Hasil penelitian ini diseminarkan pada 18-19 April 2016 bertempat di Hotel Aston Imperial Bekasi. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Abdur Rahman Mas’ud, Ph.d. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan lembaga zakat, baik di bawah naungan pemerintah (Badan Amil Zakat) maupun yang dikelola oleh masyarakat (Lembaga Amil Zakat), perwakilan organisasi keagamaan, dan perwakilan Kantor Kementerian Agama tingkat kota dan kabupaten di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Penelitian ini berangkat dari asumsi belum adanya data mengenai profil mustahik yang memberdayakan dana yang mereka terima dari lembaga-lembaga zakat, pun belum adanya data dari setiap lembaga zakat mengenai profil muzakki yang menyalurkan dana ZIS mereka. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, sebagian besar menelaah peran lembaga zakat, peraturan di bidang zakat, fungsi zakat dalam pengentasan kemiskinan maupun peningkatan kesejahteraan penduduk, dan persebaran mustahik dan muzakki baik yang menggunakan metode kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini bergerak ke arah menindaklanjuti berbagai kajian yang telah ada, dan berusaha memberikan gambaran mengenai muzakki dan mustahik di beberapa wilayah di Indonesia. Penelitian ini terutama adalah berusaha menelaah usaha-usaha yang dilakukan para mustahik untuk lepas dari status mustahik.

Hasil penelitian ini mendapati bahwa;

 

  1. Pengelolaan dana ZIS untuk program ekonomi produktif masih lebih rendah dibanding untuk program bantuan tunai konsumtif. Hal ini akibat lembaga zakat juga mesti bertanggung jawab terhadap para muzakki yang mempertanyakan penyaluran dana ZIS yang telah mereka terima. Pertanggung jawaban nyata adalah melalui bantuan tunai konsumtif.
  2. Bantuan yang diberikan untuk program ekonomi produktif sangat rendah efektivitasnya, sebab banyak dari mustahik yang tidak memiliki jiwa pengusaha (entrepreneurship) dan mudah menyerah saat memulai usaha.
  3. Muzakki yang menyalurkan dana ZIS mereka dapat dikelompokkan menjadi dua bagian;
    • Muzakki yang menyalurkan dan ZIS ke lembaga zakat pemerintah atau Baznas lebih banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
    • Muzakki yang menyalurkan dana ZIS mereka ke lembaga zakat milik ormas atau masyarakat (lembaga amil zakat/LAZ) merupakan muzakki individual yang beragam atau perusahaan skala kecil, menengah, bahkan hingga skala besar.

 

Dari komposisi muzakki ini, dapat dikatakan bahwa penerimaan ZIS lembaga zakat pemerintah sangat bergantung kepada penyaluran dana ZIS yang dihimpun oleh PNS di setiap SKPD. Dari sisi inovasi pengumpulan dana ZIS di sebagian besar Baznas, kreativitas lembaga ini kurang menarik dibandingkan LAZ.
Sementara lembaga zakat yang dikelola oleh ormas atau masyarakat sangat bergantung pada kreativitas dan tingkat amanah mereka dalam mengelola dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat.

scroll back to top

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 20 September 2016 11:14)

 

Workshop Konservasi Naskah Keagamaan

Naskah Islam Indonesia merupakan salah satu warisan Islam yang tidak ternilai di Nusantara. Naskah-naskah yang tersedia dalam berbagai bahasa dan aksara lokal di Indonesia dalam banyak segi mengungkapkan berbagai aspek Islam di kawasan ini, mulai dari yang bersifat sejarah social dan terutama lagi pemikiran dan intelektualisme Islam, khususnya sejak masa awal Islam dan masa colonial Belanda. Warisan budaya dan intelektual tersebut sampai saat ini masih memelukan perhatian, baik berupa eksplorasi dan konservasi maupun penelitian dan pengkajian.

Konservasi menjadi langkah yang penting untuk menyelamatkan nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah keagamaan. Konservasi, baik pengetahuan dan keterampilan sebaiknya tidak hanya dimiliki oleh para pengkaji naskah atau orang-orang tertentu, tetapi masyarakat luas pun penting juga memiliki pengetahuan dan keterampulan konservasi tersebut, apalagi masyarakat yang memiliki dan menyimpan naskah-naskah tersebut, sehingga kesadaran untuk menjaga, merawat dan memanfaatkan isi yang terkandung di dalam naskah tersebut. Karena itu kegiatan workshop yang memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan menjadi penting.

Workshop dilaksanakan pada tanggal 25-27 Juli 2016 di Hotel Horison Bekasi. Tujuan kegiatan tersebut adalah: (1) Memberikan pengetahuan tentang pentingnya konservasi naskah kepada masyarakat; (2) Menyusun panduan konservasi naskah bagi masyarakat; (3) Menyusun panduan katalogisasi naskah bagi masyarakat; (4) Menyusun panduan digitalisasi naskah bagi masyarakat. Salah satu yang penting dalam workshop ini adalah gagasan serta teknik mengalihmediakan khazanah naskah tersebut dalam sebuah film dokumenter.

Peserta kegiatan ini adalah para pemilik naskah, terutama para pemilik naskah di wilayah Cirebon, wilayah yang banyak memiliki naskah, para dosen di PTAIN, serta peneliti Balai Litbang Agama Jakarta. Beberapa pemilik naskah yang hadir di antaranya adalah Sultan Kaprabonan Cirebon, dan Budayawan Cirebon, Elang Panji.

Beberapa narasumber kegiatan ini adalah Prof. Dr. Oman Fathurahman (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menyajikan materi tentang manfaat katalogisasi dan digitalisasi naskah;Dr. Munawar Holil (FIB UI), yang menyajikan materi tentang digitalisasi naskah;Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom (Perpustakaan Nasional), yang menyajikan materi tentang panduan konservasi naskah secara tradisional dan modern;Sigit Ariansyah (sutradara); yang menyajikan materi tentang panduan pembuatan film dokumenter untuk konservasi naskah;Dr. Adib Misbahul Islam, yang akan memandu dalam diskusi kelompok tentang katalogisasi dan konservasi.

scroll back to top
 

Seminar Hasil Penelitian Eksplorasi Naskah Keagamaan di Wilayah Cirebon

Sebagaimana telah diketahui, bahwa Cirebon adalah salah satu tempat penting yang banyak memiliki khazanah naskah kuno di wilayah timur Jawa Barat. Posisinya yang menjadi pusat dan permulaan Islamisasi Jawa Barat, dan salah satu pusat sastra pesisir, maka tentu Cirebon ‘mewarisi’ banyak khazanah naskah keagamaan Islam.

Keberadaan naskah-naskah ini sebetulnya sudah pernah diinventarisasi oleh Pudjiastutidkk. (1994). Naskah-naskah Cirebon juga masuk dalam catalog naskah-naskah Jawa Barat koleksi lima lembaga yang disusun oleh Ekadjati dan Darsa (1999), serta beberapa proyek digitalisasi baik yang dilakukan oleh lembaga penelitian asing maupun oleh pemerintah, seperti yang dilakukan oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta berupaya mengisi kekosongan kurangnya, bahkan absenya catalog naskah-naskah Cirebon, yang jelas-jelas kebanyakan adalah naskah-naskah bercorak keagamaan. Beberapa naskah yang diidentifikasi dan dideskripsi oleh para peneliti adalah naskah-naskah koleksi Kraton Kaprabonan, Kraton Kacirebonan, Ratu Arimbi, Bambang Irianto, Elang Panji, Elang Hilman, dan naskah-naskah yang berada di Indramayu koleksi Tarka Sutaraharja.

Hasil pembacaan awal dan deskripsi terhadap naskah-naskah ini telah dipresentatsikan dalam ‘Seminar HasilPenelitian’ pada 1-2 Agustus 2016 di Hotel Horison Bekasi. Dalam seminar tersebut ditampilkan 7 makalah yang berisi ulasan hasil pembacaan awal dan deskripsi beberapa koleksi naskah di wilayah Cirebon plus Indramayu. Adapun narasumber yang hadir dalam seminar ini adalah Dr. Munawar Holil (Dosen Universitas Indonesia) dan Dr. Adib Misbahul Islam (Dosen UIN SyarifHidayatullah Jakarta).

scroll back to top

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 20 September 2016 10:51)

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Histats.com
Kami punya 2 tamu online
Video Flash

Get the Flash Player to see this player.