Penelitian Evaluasi Pembangunan Pendidikan Agama dan Keagamaan  di Sumatera Selatan
  • 29 Maret 2021
  • 379x Dilihat
  • Berita

Penelitian Evaluasi Pembangunan Pendidikan Agama dan Keagamaan di Sumatera Selatan

BLAJ - Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, mendapat tugas  melakukan penelitian Evaluasi Pembangunan Pendidikan Agama dan Keagamaan di Indonesia. Ada 13 provinsi yang menjadi lokasi penelitian BLAJ, sesuai wilayah kerja BLAJ, yaitu ; Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Banten, Bangka Belitung, Lampung, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, DKI Jakarta, Aceh dan Sumatera Utara. 

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengumpulkan data dan informasi yang menggambarkan capaian pembangunan  pendidikan agama dan pendidikan keagamaan di tingkat Kanwil Kementerian Agama tiap propinsi. Kemudian memetakan strategi dan program prioritas dalam peningkatan pencapaian pembangunan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan di tingkat Kanwil  Kementerian Agama. Dan juga  untuk memetakan capaian indeks pembangunan pendidikan umum berciri khas agama dan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Ahli Peneliti Utama (APU) BLAJ Sumarsih Anwar didampingin staf TU BLAJ Sasmita melakukan penelitian di Sumatera Selatan selama delapan hari (21-28/03/2020).  Penelitian ini menggunakan Metodelogi Kuantitatif dengan metode deskriptif kolerasional dimana nantinya setiap kanwil  Kementerian Agama akan memberikan data-data sesuai kebutuhan penelitian. 

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Provinsi Sumatera Selatan  Abadil yang ditemui di ruang kerjanya menyambut baik penelitian ini. Menurutnya  kewajiban dalam pendidikan agama dan keagamaan bukan hanya tugas dari Kementerian Agama saja. Kabid Pendidikan Madrasah dan Kabid Pendidikan Agama Islam hanya pelaksana teknis. “ Kami hanya sebagai iklan atau lebih tepatnya hanya memberikan sosialisasi saja, tapi sebenarnya ini kewajiban semua, koordinasi nasional perlu dan yang terpenting komunikasi, transparasnsi dan saling menghargai,” tutur Abadil. 

Teks/foto: Sasmita