Ingin Go International, Penamas Tingkatkan Kapasitas Pengelola Jurnal melalui Bimtek
  • 8 April 2022
  • 314x Dilihat
  • Berita

Ingin Go International, Penamas Tingkatkan Kapasitas Pengelola Jurnal melalui Bimtek

Bekasi (Balitbang Diklat)---Jurnal Penamas yang dikelola Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) terus mempersiapkan diri untuk bisa go international. Sejumlah agenda untuk mendukung gagasan tersebut terus dikebut. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pengelola Jurnal.

Dalam arahannya, Plt Kepala BLAJ H Susari mengatakan Bimtek ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola jurnal terutama terkait penguatan substansi jurnal tersebut. Ini dalam rangka mendukung salah satu program prioritas Kementerian Agama, yaitu terkait dengan penguatan Moderasi Beragama.

“Karena pada tahun ini kita mengusung tema tentang Moderasi Beragama. Jadi, dari dua terbitan yang akan kita publikasikan itu kami fokus pada penguatan Moderasi Beragama,” ungkap Susari di sela gelaran acara.

Kemudian, lanjut dia, dari aspek manajerial atau tata kelola tentu kita menginginkan jurnal Penamas menjadi jurnal yang berstandar secara internasional. Sudah tentu, ini butuh usaha keras kita untuk memenuhi semua item yang harus dipenuhi di dalam instrumen akreditasi.

“Nah, sehingga di sini kita melakukan Bimtek untuk memperkuat aspek tata kelola para pengelola jurnal agar bisa mempersiapkan diri untuk memenuhi kekurangan yang ada sehingga terwujud akreditasi berstandar internasional,” kata Susari.

Oleh karena itu, ia menganggap bimtek tersebut sangat penting bukan hanya bagi internal BLAJ; tetapi juga stakeholder kita maupun para pengelola jurnal di Kementerian Agama.

“Atau pun mungkin rekan-rekan kita yang ada di kementerian lain yang sama juga mengelola jurnal sehingga ada intervensi yang sangat bagus untuk meningkatkan kualitas jurnal,” tandas doktor jebolan Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2012 ini.

Selama ini, sebagai salah satu jurnal di lingkungan Kemenag, Penamas sesuai dengan brand yang kita bangun, yaitu untuk mempublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan para peneliti BLAJ. Penelitian itu tidak cukup hanya selesai di atas kertas lalu masuk ke perpustakaan.

“Akan tetapi, juga perlu publikasi agar para pemangku kebijakan bisa mengambil sebuah pesan-pesan atau rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti menjadi sebuah program aksi dalam rangka untuk mewujudkan visi-misi Kementerian Agama,” tuturnya.

Terakreditasi Sinta 2

Susari mengatakan, Penamas sudah terakreditasi Sinta 2. Hari ini pihaknya ingin jurnal BLAJ itu go international. “Maka kita memperkuat kapasitas melalui bimtek seperti ini, dan kita juga akan menyusun panduan bagaimana sih sebuah jurnal itu menuju jurnal internasional,” tandasnya.

“Kemudian hal-hal yang kurang baik dari aspek manajerial, reviewer-nya, kategori reputasinya seperti apa, lalu dukungan anggaran. Ini merupakan Langkah-langkah strategis yang akan ditempuh,” sambung Susari.

Ia berharap tahun ini sudah bisa terwujud peningkatan kualitas akreditasi dari jurnal Penamas. Setiap tahun, kata dia, Penamas terbit dua kali. Untuk tahun ini meski didera pandemi Covid-19, Penamas tetap konsisten dua kali terbit.

“Sebentar lagi akan terbit yang pertama edisi tahun 2022, sekitar akhir April bisa terbit. Untuk edisi kedua sekitar Juli. Sebab, naskah-naskah sudah masuk banyak sekali terkait dengan Moderasi Beragama. Sekarang masih proses review oleh para reviewer,” tuturnya.

Ia menambahkan, meski para peneliti BLAJ telah hijrah ke BRIN, mereka tetap menulis dan mengirimkan naskahnya di jurnal Penamas. Karena sangat penting bagi mereka untuk memenuhi kredit jabatan fungsional. Sudah tentu, bukan hanya peneliti karena JFT lainnya seperti penyuluh dan penghulu juga mengirimkan karyanya ke Penamas.

“Ada juga guru, widyaiswara. Karena memang untuk naik ke jenjang jabatan fungsional lebih tinggi, mereka harus melakukan penelitian dan mempublikasikan ke jurnal yang terakreditasi,” kata Susari.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala BDK Jakarta ini memberi ruang kepada para guru, widyaiswara, dan para pejabat fungsional tertentu lainnya untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal Penamas.

Ia berharap, jurnal Penamas bisa menjadi sebuah model jurnal yang memiliki reputasi yang diakui, bukan hanya di tingkat Kementerian Agama, tapi juga di tingkat nasional. “Dan kita juga berharap bisa di tingkat internasional,” harap Susari.

Dihubungi terpisah, Kasubbag TU BLAJ Heri Susanto mengatakan, Bimtek ini diikuti para pengelola jurnal di Balitbang Diklat. Antara lain Dialog (Sekretariat), Edukasi (Penda), Suhuf (LPMQ), Kompetensi (Pusdiklat ADM), Andragogi (Pusdiklat Teknis), Wawasan (BDK Jakarta), dan jurnal di BLA Semarang dan BLA Makassar.

Selain itu, hadir juga para pengelola jurnal lain di lingkungan Kemenag seperti jurnal Bimas Islam dan bimas agama lain, serta Bina Praja (Kemendagri) dan Indonesian Aquaculture Journal (KKP ). Bimtek yang diagendakan tiga hari, Rabu-Jumat, 6-8 April 2022 ini dihelat di Hotel Ciputra Cibubur Jl Alternatif Cibubur Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat. (Ova/bas)