Kick Off ZI 2026: Tata Kelola, Layanan, dan Anti-KKN Jadi Prioritas BLA Jakarta

Balai Litbang Agama Jakarta menegaskan komitmennya dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola, peningkatan akuntabilitas kinerja, serta pengembangan inovasi pelayanan yang berdampak dan terukur. Penegasan ini mengemuka dalam kegiatan Kick Off Zona Integritas Balai Litbang Agama Jakarta Tahun 2026 dan Bedah Perjanjian Kinerja yang digelar pada 11 Februari 2026 di Ruang Rapat Syafi’i Mufid, Lantai 2 Balai Litbang Agama Jakarta.
Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Irhason, menempatkan pembangunan Zona Integritas sebagai fondasi penting dalam akselerasi kinerja lembaga. Ia menekankan tiga fokus utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni perbaikan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas layanan publik, serta penciptaan lingkungan kerja yang bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Pembangunan Zona Integritas ini harus kita pahami sebagai upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan lingkungan kerja yang benar-benar bebas dari praktik KKN,” tegasnya.
Dalam sesi paparan, Sujud Baitullah Yuwono dari Tim Review Internal ZI Sekretariat Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) menjelaskan bahwa pembangunan ZI merupakan bagian dari agenda besar Reformasi Birokrasi Kementerian Agama 2025–2029. Menurutnya, tujuan pembangunan ZI tidak semata-mata meraih predikat, tetapi membangun budaya kerja antikorupsi, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
“Kehadiran kami bukan untuk menggurui, melainkan sebagai rekan dalam satu organisasi yang bersama-sama membangun dan memperbaiki tata kelola,” ujarnya.
Sujud menambahkan, tantangan utama pembangunan ZI sering kali bukan pada ketersediaan program, melainkan pada kelengkapan siklus manajemen. Setiap program harus didukung dokumen perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga tindak lanjut perbaikan. Tanpa siklus yang utuh, penguatan tata kelola sulit terbaca sebagai perbaikan yang sistemik.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Laksana Biro Organisasi dan Tata Laksana Setjen Kementerian Agama, Muhammad Su’bi, menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bergerak dalam semangat instruksi Menteri Agama bertajuk “One Year, One WBK”.
“Artinya, setiap tahun minimal ada satu satuan kerja yang meraih predikat WBK, dan seluruh unit vertikal menyesuaikan target tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ZI tidak cukup ditopang oleh kelengkapan dokumen administratif, tetapi juga oleh komponen hasil yang mencerminkan capaian kinerja dan persepsi publik. Capaian kinerja harus menunjukkan pemenuhan target secara utuh, sementara indeks persepsi kualitas pelayanan dan persepsi antikorupsi perlu memenuhi standar yang ditetapkan. Salah satu tantangan yang kerap ditemukan adalah belum optimalnya dokumentasi monitoring dan tindak lanjut program kerja. Karena itu, setiap unit didorong menerapkan siklus perencanaan, pelaksanaan, pemeriksaan, dan tindakan perbaikan secara konsisten agar perubahan yang dilakukan benar-benar terukur.
Muhammad Su’bi juga menekankan pentingnya inovasi pelayanan yang terintegrasi dalam proses bisnis dan standar operasional prosedur. Inovasi tidak boleh berhenti pada tataran wacana, tetapi harus memiliki dasar kebijakan yang jelas, indikator terukur, serta evaluasi berkala. Selain itu, perubahan budaya kerja seperti keteladanan, disiplin, dan profesionalisme perlu dibangun berbasis data dan pengukuran yang objektif agar peningkatannya dapat dibuktikan secara kuantitatif.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas di Balai Litbang Agama Jakarta merupakan proses transformasi menyeluruh dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, dan membangun budaya kerja berintegritas. Komitmen bersama seluruh unsur organisasi menjadi kunci agar upaya tersebut berjalan konsisten dan menghasilkan perubahan yang nyata serta berkelanjutan.
11 Maret 2020
8 November 2021
21 Mei 2020
3 Februari 2020