BLAJ Akan Lakukan Evaluasi Rumah Moderasi Beragama di  Perguruan Tinggi  Di Jawa dan Sumatera
  • BLA Jakarta
  • 25 Januari 2023
  • 51x Dilihat
  • Berita

BLAJ Akan Lakukan Evaluasi Rumah Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Di Jawa dan Sumatera

Jakarta, (25/01) Balai Litbang Agama Jakarta melaksanakan Pembahasan Desain Operasional dan Instrumen Pengukuran dan Evaluasi Program Rumah Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi keagamaan di Jakarta, dihadiri oleh 30 peserta diantara Peneliti BRIN, Statistisi dan Pegawai Balai Litbang Agama Jakarta.

Kepala BLAJ Samidi dalam pembukaan kegiatan mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal pembuatan ToR yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kali ini membahas Desain Operasional dan Instrumen Pengukuran. Kemudian kegiatan ini juga diharapkan para peneliti dapat menghasilkan output policy paper dan juga menghasilkan tulisan bagi para peneliti yang nantinya dapat dikumpulkan menjadi bunga rampai.

“ Setelah melakukan pengukuran bagaimana hasilnya, baik, sedang, atau tidak baik. Tujuan Ini akan menjadi masukan dalam pengelolaan moderasi beragama sesuai Surat Edaran Dirjen tentang Rumah Moderasi Beragama (RMB),” ujarnya

“Menindaklanjuti kegiatan Persiapan sebelumnya, kita akan perluas juga wilayahnya samplingnya menjadi Provinsi DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Lampung, dan  Jawa Barat. Disamping itu kita jg menambah varian samplingnya menjadi kampus perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, institut, sekolah tinggi, dan sekolah tinggi Keagamaan” tambahnya.

Pada kesempatan ini sebagai pemakalah , Saimroh mengatakan desain operasional yang akan digunakan dalam pengukuran dan evaluasi ini adalah menggunakan Metode CIPP (Contex, Input, Process, dan Product).

Hadir sebagai Narasumber Oman Faturrahman. Ia mengatakan bahwa sebaiknya rancangan besar instrumen ini diuji dengan berbagai kasus, bukan lagi dengan pertanyaan yang teroritis. Beberapa hal yang dapat diukur diantaranya tiga aspek yaitu : pemahaman dan perspektif sumber daya manusia atas moderasi beragama, kapasitas kelembagaan rumah moderasi beragama dan dampak rumah moderasi beragama bagi civitas kampus.

“Program moderasi beragama ini seharusnya tidak hanya memberikan dampak bagi civitas akademika saja tetapi untuk masyarakat umum”, ujar Arfi yang merupakan Kapuslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI. Sedangkan terkait dengan pengukuran dan evaluasi rumah moderasi beragama ini harus tepat sasaran sehingga dari hasil rekomendasi akan terlihat apa yang masih perlu ditingkatkan. Selanjutnya yang paling penting adalah publikasi yang harus dilakukan terus menerus sehingga ide-ide moderasi beragama dapat tersampaikan ke masyarakat luas dan merupakan suatu bentuk akuntabilitas pelaksanaan kegiatan.