BLA Jakarta Siapkan Rencana Aksi Perkin 2026 di Tengah Tantangan Anggaran
Admin BLA Jakarta
Penulis
Selasa, 19 Mei 2026
Sumber: blajakarta.kemenag.go.id
Jakarta (BLAJ) — Balai Litbang Agama (BLA) Jakarta menggelar rapat internal dalam rangka pembahasan penyampaian Rencana Aksi Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun 2026 pada Senin (18/5/2026) di Ruang Rapat Syafi’i Mufid BLA Jakarta. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BLA Jakarta, Irhason, dan diikuti oleh seluruh pegawai terkait untuk menyusun strategi pencapaian target kinerja yang realistis sesuai kondisi anggaran dan kebutuhan organisasi.
Dalam arahannya, Irhason menyampaikan bahwa penyusunan rencana aksi perlu segera dilakukan mengingat batas waktu penyampaian identifikasi Perkin yang cukup singkat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unit dalam merumuskan strategi pencapaian target kinerja pada masing-masing indikator agar tetap selaras dengan kondisi riil lembaga.
“Yang penting ada progres, ada strategi, dan ada upaya nyata yang bisa ditunjukkan,” ujarnya.
Pada rapat tersebut dibahas sejumlah sasarn utama, di antaranya peningkatan kualitas penguatan moderasi beragama dan kebijakan keagamaan, peningkatan kualitas kebijakan pendidikan agama, serta penguatan layanan dukungan manajemen dan organisasi. Selain itu, perhatian juga diberikan pada indikator kinerja seperti nilai kinerja anggaran, indeks profesionalisme ASN, layanan digital, koleksi digital, hingga peningkatan publikasi konten keagamaan dan pendidikan.
Irhason juga mendorong optimalisasi pengembangan koleksi digital melalui pemanfaatan naskah klasik atau kitab turats yang dimiliki mantan peneliti BLA Jakarta. Potensi tersebut dinilai dapat mendukung penguatan layanan digital sekaligus pelestarian khazanah keagamaan tanpa memerlukan biaya besar pada tahap awal.
“Kita bisa memfasilitasi penyimpanannya terlebih dahulu, misalnya dengan pengadaan hard disk atau media penyimpanan lain agar dokumen-dokumen itu aman,” imbuhnya.
Dalam diskusi tersebut juga muncul gagasan perlunya relaksasi target Perkin pada beberapa indikator yang terdampak keterbatasan anggaran. Penyesuaian dilakukan agar target yang ditetapkan tetap rasional, terukur, dan dapat dicapai melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia. Pendekatan ini dinilai penting agar pelaksanaan program tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas capaian kinerja organisasi.
Irhason menegaskan bahwa setiap program perlu disusun secara adaptif dengan mempertimbangkan prioritas dan kemampuan pelaksanaan di lapangan. Ia juga meminta seluruh pegawai aktif menyampaikan ide, strategi, dan kebutuhan pendukung yang diperlukan untuk mendukung capaian kinerja.
“Tidak perlu membuat target yang terlalu utopis, tetapi tetap realistis dan memungkinkan untuk dicapai,” pungkasnya.
Melalui rapat ini, BLA Jakarta berharap penyusunan Rencana Aksi Perkin 2026 dapat berjalan lebih terarah, adaptif, dan mampu mendukung capaian kinerja organisasi secara optimal di tengah dinamika dan tantangan anggaran yang ada.
Penulis: BLA Jakarta
Editor: BLA Jakarta
Sumber:
Editor
-
Fotografer
-