“TUBUH PEREMPUAN HINDU” DAN BUDAYA DOMINAN DI BALI: ANTARA PERSPEKTIF AGAMA, BUDAYA DAN REALITAS KONTEMPORER

  • I Nyoman Yoga Segara Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Abstract

Artikel ini adalah ulasan atas hasil penelitian dan literatur yang bertujuan untuk melihat kembali posisi perempuan Hindu di Bali di tengah budaya dominannya. Dengan pendekatan antropologi feminisme, artikel ini tidak akan memasuki wilayah yang sudah umum dilakukan banyak orang jika mendiskusikan perempuan, misalnya tentang jender atau gerakan kesetaraan semata. Antropologi feminisme membawa artikel ini untuk memahami perempuan dari kebertubuhannya, perannya dalam konteks sosial budaya, dan juga agama. Strategi perempuan dalam menampilkan dirinya di ruang pribadi maupun di ruang publik, serta kemampuannya untuk bertahan dalam serangan diskriminasi menjadi penting untuk dijelaskan. Pendekatan seperti ini adalah cara untuk melihat kembali bagaimana tubuh perempuan secara antropologis. Dengan demikian, tema pokok artikel ini menjadi satu kasus untuk memperlihatkan bahwa perempuan Hindu masih dan akan terus menghadapi masalah, serta stigma dan stereotipe yang disematkan kepadanya, padahal secara dogmatis perempuan Hindu telah diakui dan banyak disebut-sebut dalam berbagai kitab suci Veda. Begitu juga peran perempuan di masa lalu yang diyakini sebagai Rsi dan ikut menulis beberapa kitab suci dan susastera Veda lainnya.

References

Abdullah, Irwan. 2009. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Adian, Donny Gahral. 2001. Matinya Metafisika Barat. Jakarta: Komunitas Bambu.
Bourdieu, Pierre. 2010. Dominasi Maskulin. Terjm. Stepanhus Aswar Herwinarko dari La Domination Masculine, 1998. Yogyakarta: Jalasutra.
Bruner, Edward. M. 1976. The Expression of Etnicity in Indonesia. Urbana Campaign, III: University of Illinois.
Darwin, Muhadjir dan Tukiran (ed). 2001. Menggugat Budaya Patriarkhi. Yogyakarta: kerjasama Ford Foundation dengan Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada.
Fakih, Mansour. 2008. Analisis Gender & Transformasi Sosial. Yogyakarta: INSISTPress.
Foucault, Michel. 1997. Seks & Kekuasaan, Sejarah Seksualitas. Terjm. Rahayu S. Hidayat dari Histoire de la Sexualite I: La Volonte de Savoir (1990). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Fromm, Erich. 2007. Cinta, Seksualitas, dan Matriarki, Kajian Komprehensif Tentang Gender. Terjm. Pipiet Maizier dari Love, Sexuality and Matriarchy about Gender, 1997. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Geertz, Hildred. 2017 Sistem Kekerabatan di Bali. Terjemahan IDK Harya Putra dari Kinship in Bali. Denpasar: Universitas Udayana Press.
Heraty, Toety. 2000. Calon Arang: Kisah Perempuan Korban Patriarki. Jakarta: Yayasan Obor.
Jackson, Stevi dan Jackie Jones (ed). 2009. Teori-Teori Feminis Kontemporer. Terjm. Tim Penerjemah Jalasutra dari Contemporary Feminist Theories. Yogyakarta: Jalasutra.
Kerepun, Made Kembar. 2004. Benang Kusut Nama Gelar di Bali. Denpasar: Media Adi Karsa.
Kerepun, Made Kembar. 2007. Mengurai Benang Kusut Kasta Membedah Kiat Pengajegan Kasta di Bali. Denpasar: Empat Warna Komunikasi.
Kustini dan Ida Rosida. 2016. Ketika Perempuan Bersikap, Tren Cerai Gugat Masyarakat Muslim. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama.
Koentjaraningrat (ed). 2007. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Korn, V.E. 1983 (1932). Hukum Adat Bali. Terjm. I Gde Wayan Pangkat dari Het Adatrecht van Bali. Denpasar: Pemda Bali.
Moore, Henrietta L. 1998. Feminisme dan Antropologi. Terjm Tim Proyek Studi Jender dan Pembangunan FISIP UI dari Feminism and Anthropology. Jakarta: Obor
Pembayun, Ellys Lestari. Perempuan vs Perempuan. Realitas Gender, Tayangan Gosip, dan Dunia Maya. Bandung: Nuansa.
Prabasmoro, Aquarini Priyatna. 2006. Kajian Budaya Feminis. Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.
Pudja, Gde. 1975. Pengantar Tentang Perkawinan Menurut Hukum Hindu. Jakarta: Mayasari.
Pudja. Gde. 1983. Sosiologi Hindu Dharma. Jakarta: tanpa nama penerbit.
Putrawan, Nyoman. 2008. Babad Bali Baru. Sejarah Kependudukan Bali 1912-2000. Denpasar: Pustaka Manikgeni.
Ratnatha, Made (penyusun). 2008. Babab Catur Warga ”Soroh” di Bali. Denpasar: Damai Sejati.
Santoso, Anang. 2009. Bahasa Perempuan. Sebuah Potret Ideologi Perjuangan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sulaeman, M. Munandar dan Siti Homzah (ed). 2010. Kekerasan Terhadap Perempuan. Tinjauan dalam Berbagai Disiplin Ilmu & Kasus Kekerasan. Bandung: Refika Aditama.
Suryani, Luh Ketut, 2003. Perempuan Bali Kini. Denpasar: Penerbit BP.
Segara, I Nyoman Yoga. 2016. Tren Perempuan Menggugat Cerai di Kota Ambon: Sebuah Pendekatan Antropologi Feminisme. Jurnal Harmoni, Vol. 15 Nomor 1 Januari-April 2015 halaman 167-188.
Segara, I Nyoman Yoga. 2015. Perkawinan Nyerod: Kontestasi, Negosiasi, dan Komodifikasi di Atas Mozaik Kebudayaan Bali. Jakarta: Saadah Cipta Mandiri.
Segara, I Nyoman Yoga. Wanita Hindu: dulu, kini dan esok. Majalah Warta Hindu Dharma. No. 406 Desember 2000.
Synnott, Anthony. 2007. Tubuh Sosial. Simbolisme, Diri dan Masyarakat. Terjm. Pipit Maizier dari The Body Social: Symbolism, Self and Society. Yogyakarta: Jalasutra.
Wiana, I Ketut & Raka Santeri. 1993. Kasta dalam Hindu Kesalahpahaman Berabad-Abad. Denpasar: Yayasan Dharma Naradha.
Wiana, I Ketut. 2006. Memahami Perbedaan Catur Varna, Kasta dan Wangsa. Surabaya: Paramita.
Published
2018-07-25
How to Cite
SEGARA, I Nyoman Yoga. “TUBUH PEREMPUAN HINDU” DAN BUDAYA DOMINAN DI BALI: ANTARA PERSPEKTIF AGAMA, BUDAYA DAN REALITAS KONTEMPORER. Penamas, [S.l.], v. 31, n. 1, p. 13-28, july 2018. ISSN 2502-7891. Available at: <http://blajakarta.kemenag.go.id/journal/index.php/penamas/article/view/235>. Date accessed: 14 dec. 2018. doi: https://doi.org/10.31330/penamas.v31i1.235.