­Top Banner Advertisement

Penelitian Sosial Keagamaan Sangat Bermanfaat Bagi Pembangunan Masyarakat Desa

BLAJakarta - Penciptaan dan pengembangan desa yang demokratis, sejahtera, dan mandiri merupakan esensi dari UU No. 6/2014 tentang Desa. Negara melalui Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa (saat ini PPMD di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri),  mendukung perwujudan amanat undang-undang tersebut dengan mengalirkan dana ke desa-desa di Indonesia melalui Program Inovasi Desa. Program ini sudah berjalan sejak 2015. Terhitung sampai Oktober 2018, sudah 74.957 desa di Indonesia yang telah diberikan dana desa.  Program ini tentu diharapkan mampu memberikan manfaat bagi desa-desa.

Salah satu bagian inovasi desa dalam ranah sosial kemasyarakatan, sedang dikembangkan oleh Balai Litbang Agama Jakarta, yaitu penelitian mengenai kehidupan keagamaan dan pendidikan agama berbasis desa yang dilakukan di  2 (dua) lokasi terpisah di Jawa Barat, yaitu;  Desa Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor dan Desa Cipondok Kabupaten Kuningan.

Pengembangan riset di  Desa Pabuaran difokuskan pada bagaimana kerukunan umat beragama dapat menjadi aktif, dari toleransi antar umat beragama menjadi sebuah kerjasama yang dinamis.  Sedangkan riset  di Desa Cipondok terkait pendidikan agama,  dengan  memediasi integrasi pendidikan agama dan keagamaan pada sekolah/madrasah agar bisa difasilitasi desa.

Pada 15 November lalu, Balai Litbang Agama Jakarta berkesempatan menyampaikan perkembangan riset  desa ini  di Aula Pemerintahan Kabupaten Bogor. Acara ini dihadiri Bupati Kabupaten Bogor  Hj. Nurhayanti, SH., MM., M.Si dan  perwakilan 419 Desa dari 39 Kecamatan di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian disampaikan  Rudy Harisyah Alam, peneliti Balai Litbang Agama Jakarta.  Dalam paparannya Rudy mempresentasikan pengembangan riset di 2 (dua) desa  di  Jawa Barat tersebut.  “Pengembangan riset ini perlu mendapat dukungan banyak pihak. Tak hanya aparatur pemerintah, masyarakat pun harus andil mendukung pemeliharaan kerukunan umat beragama melalui kerjasama antar warga yang aktif. Selain itu, partisipasi warga dalam mendukung pendidikan agama dan keagamaan yang selama ini sudah mendapat tempat di masyarakat, perlu difasilitasi desa-desa di tanah air. Semoga kegiatan riset ini dapat membuktikan bahwa hasil penelitian dalam ranah sosial keagamaan dapat juga bermanfaat bagi pembangunan manusia dalam sudut pandang agama, “ ujar Rudy  dalam paparanya. Teks; Daniel R, Aris/foto; Daniel R

 

  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top