­Top Banner Advertisement

Penelitian Need Assessment Penegerian Raudhatul Athfal di Medan dan Deliserdang, Sumatera Utara

BLAJ - Tumbuh kembang anak, terutama pada usia 4-6 tahun (Golden Age) sangat menentukan arah pertumbuhan anak. Karena itu, pendidikan dasar anak di TK (Taman Kanak-kanak) dan RA (Raudhatul Athfal) ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Namun, disayangkan hingga saat ini, RA dibawah Kementerian Agama belum ada satupun yang berstatus negeri. Sedangkan TK dengan status negeri di Indonesia sudah 3.207 lembaga (data Kemdikbud, Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, tahun 2017). Idealnya sudah tidak ada lagi perbedaan status antara TK dan RA, sesuai dengan Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Sisdiknas No 20 tahun 2003.

Untuk guru RA memang sudah ada yang PNS (Pegawai Negeri Sipil), tapi SATMINKAL (Sistem Administrasi Pangkalan), RA nya masih swasta (harusnya RA Negeri). RA juga belum mempunyai RA PEMBINA di setiap provinsi, padahal kecenderungan RA setiap tahunnya bertambah.

Melihat kondisi ini, Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta, sesuai saran dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, melakukan penelitian untuk mengetahui kesiapan Lembaga Pendidikan tingkat RA terhadap assessment penegerian. Kegiatan penelitian dilakukan di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang selama 15 hari, dari 8 hingga 22 Oktober. “Kami pilih Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang sebagai sampel. Karena Medan merupakan Ibukota Sumatera Utara, sedangkan Deliserdang merupakan kabupaten dengan jumlah RA paling banyak di Sumatera Utara. Dari penelitian ini diharapkan terpetakannya lembaga RA untuk proses assessment penegerian. Terutama di Medan dan Deliserdang,” ujar Ibnu Salman, Peneliti Balai Litbang Agama Jakarta.

Penelitian ini disambut baik IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Sumatera Utara. “Program menggembirakan, semoga bukan sekedar isapan jempol semata. Sudah saatnya RA sejajar dan sama statusnya dengan TK,” harap Hayatun Mardiah, M.Pd.I, Ketua IGRA Sumatera Utara. teks: Aris WN/foto: Ibnu Salman

  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top