­Top Banner Advertisement

Soft Launching Katalog Naskah Keagamaan Cirebon Volume 1

BLAJ, CIREBON--Awal Mei 2018, Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta meluncurkan Katalog Naskah Keagamaan Cirebon Volume 1. Peluncuran perdana buku ini dlakukan oleh Kepala Badan Litbang Kemenag RI, Abdurrahman Mas'ud, di Hotel Prima Cirebon, Selasa (8/5) lalu. Penyerahan simbolik Katalog Naskah Keagamaan Cirebon Volume 1 diberikan Abdurrahman Mas'ud pada Ratu Raja Arimbi Nurtina dari Keraton Kanoman Cirebon. Dengan diluncurkannya katalog ini, diharapakan akan mempermudah peneliti, mahasiswa, dosen dan masyarakat umum untuk mengkases dan mempelajari naskah-naskah kuno Cirebon.

Kota di pesisir Laut Utara Jawa ini merupakan salah satu pusat peradaban Islam pertama di nusantara. Cirebon memiliki tradisi keislaman yang kuat. Para leluhur Cirebon pun sudah mewariskannya secara tertulis dalam bentuk naskah kuno. Namun sayang, selama ini tak ada katalog yang menghimpun keberadaan naskah kuno yang memang tersebar di berbagai lokasi. Akibatnya, kekayaan warisan leluhur Cirebon yang tak ternilai harganya itu menjadi sulit untuk diketahui secara utuh. Balai Litbang Agama Jakarta berusaha menyusun monograf Katalog Naskah Keagamaan. Penelitian dilakukakan sejak tahun 2016, naskah-naskah keagamaan kuno sudah dikaji Balai Litbang Agama Jakarta. Jangka waktu dua tahun tersebut sudah dilakukan inventarisasi dan digitalisasi naskah kuno yang ada di Cirebon dan merupakan warisan Keraton Cirebon. Total ada sekitar 308 naskah kuno yang tersebar di Cirebon dan sekitarnya. Namun baru 196 naskah kuno yang berhasil dideskripsikan dan dibuatkan monograf katalognya. Masih ada 200 naskah yang juga belum rampung pembuatan monograf klatalognya. Hal itu karena keterbatasan dan kesulitan yang ditemui di buku-buku kuno. Proses selama dua tahun saja dikerjakan tenaga ahli, namun perlu membutuhkan waktu yang panjang sampai merampungkan monograf katalog sejarah Cirebon itu.

Menurut Koordinator Bidang Lektur dan Khazanah Keagamaan Balai Litbang Agama Jakarta, Tarobin, naskah keagamaan yang dikatalogisasi kali ini milik lima kolektor. Yakni Keraton Kanoman, Keraton Keprabonan, Elang Muhammad Hilman, Raden Ahmad Opan Safari Hasyim, dan Dokter Bambang dari Arjawinangun. "Naskah itu sebagian besar beraksara Pegon, dan berbahasa Jawa Cirebon. Untuk saat ini katalogisasi naskah keagamaan Cirebon dalam bentuk buku. Ke depan, akan dilakukan secara digital untuk lebih mempermudah aksesnya, " tutup Tarobin.

  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top