­Top Banner Advertisement

Raudhatul Athfal Di Indonesia Bagian Barat Siap Bila Dinegerikan

BLAJakarta - Hasil penelitian Need Assessment Penegerian Raudhatul Athfal (RA) di 10 propinsi di Indonesia Bagian Barat yang dilakukan Balai Litbang Agama Jakarta, Bidang Pendidikan Agama dan Keagama pertengahan 2018 lalu menyimpulkan bahwa mayoritas RA setuju terhadap status penegerian, khususnya RA yang dikelola Dharma Wanita. Hal ini disampaikan tim penelitian saat kegiatan Seminar Hasil Penelitian beberapa waktu lalu di Bekasi. Seminar ini dibuka oleh Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Dr. Nurudin, S.Pd.I, M.Si. didampingi Dr. H. Abdullah Faqih, M.Pd dari Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat KSKK dan Dr. Yuliani Nurani, M.Pd Ka dari Prodi PAUD PPs Universitas Negeri Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Litbang Agama Jakarta Dr. Nurudin, S.Pd.I, M.Si. mengatakan bahwa penegerian bukan kepada aspek organisasinya saja, tapi juga pada aspek kelembagaan. “Pada aspek kelembagaan ini, bagaimana pemerintah harus menyiapkan perangkat hukumnya. Pemerintah harus membaca secara detail. Makanya riset ini akan lebih baik lagi manakala jika kita mampu melahirkan sebuah naskah akademik atau pembacaan secara akademik yang lebih komprehensif, sehingga Kementerian Agama bisa mengambil langkah. Bukan hanya hasil riset dijadikan adjustment untuk lampiran pengambilan keputusan. Tapi kita sudah ada bacaan yang jauh lebih lengkap, jadi ketika lembaga ini dinegerikan apa yang terjadi, dan apabila tidak dinegerikan apa juga yang terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, kepala Balai Litbang Agama Jakarta berharap dokumen hasil-hasil riset yang disampaikan oleh peneliti bisa diberikan masukan oleh para pakar yang berkompeten, sehingga setelah kegiatan seminar ini akan muncul dokumen hasil riset yang mampu memberikan gambaran ketika (misalnya) Kementerian Agama pengambilan keputusan atau kebijakan bahwa penegerian RA itu merupakan hal yang tepat. Teks; Aris/Foto; Heri

  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top